Minggu, 28 Desember 2025

"Hadiah Ulang Tahun Pernikahan"

Hari ini merupakan hari spesial bagi Ardi dan Mira. Mereka berencana merayakan ulang tahun pernikahan yang genap berusia tiga tahun.

Mira, sudah lebih dari dua tahun mengidap kanker dan selama ini sudah berkali-kali dirawat di rumah sakit. Penyakit yang dideritanya semakin parah. Ia merasa waktu untuk menikmati kebersamaan dengan Ardi tak lama lagi. Oleh karenanya, ia ingin sekali merayakan ulang tahun pernikahannya kali ini berdua suami tercintanya. Ia berharap ini adalah hari teristimewa dalam perjalanan kehidupan pernikahan mereka.

Ingin mengetahui cerita lengkapnya serta plot twist di akhir ceritanya? Yuk, miliki dan baca dalam buku antologi berjudul "Cincin".

Cover depan buku antologi "Cincin"


"Hadiah Ulang Tahun Pernikahan" merupakan tulisanku yang dimuat dalam buku antologi berjudul "Cincin". 

Buku tersebut merupakan kumpulan fiksi mini beberapa penulis yang terpilih dari proses kurasi dan seleksi pada event "Pemecahan Rekor MURI Penulisan Fiksi Mini Terbanyak 2025". Event ini diselenggarakan oleh penerbit SIP Publishing bersama Yayasan Rumah Indonesia Menulis, yang dikelola oleh seorang pakar penulis fiksi mini yang juga duta baca Indonesia, Gol A Gong.

"Cincin" merupakan judul salah satu fiksi mini dalam buku antologi ini, sebuah tulisan karya Gol A Gong, yang kemudian dijadikan sebagai judul buku antologi tersebut. 

Biar gak penasaran, yuk buruan baca bukunya. Cerita-ceritanya yang plot twist dijamin menarik dan seru. 

Salam literasi!


Cover (tampak belakang dan depan) buku antologi "Cincin" 





Kamis, 27 November 2025

"Terjebak Disini"

   Ilustrasi : george la nt melo


Dari luar terlihat indah
Dari jauh terbayang nyaman
Makin dekat terdengar syahdu..

Ku coba ketuk..
Ku tertarik masuk
Berharap dapat sambutan hangat
Juga suasana nyaman yang memikat..

Tiba-tiba pintu berderit
Tertutup lalu terkunci
Takut.. Namun kuabaikan..

Di ruang ini, aku terlena..
Terlanjur menikmati fatamorgana..
Sungguh tak sadar
Tak seperti yang kukira
Tak seindah terlihat dari luar sana
Ternyata semua ini hanya ilusi..

Terjebak ku disini..
Dalam ruang hati tak berpenghuni
Dalam jiwa hampa tak bernurani
Dalam kesepian tanpa pelukan
Dalam kesendirian tanpa senyuman..

Kosong.. Hampa..
Dingin.. Hening..
Terjebak.. 
Tanpa pintu keluar..

Selasa, 28 Oktober 2025

"Ruang Untuk Sendiri"

   Ilustrasi : Edicleia Bastos


Di luar terlalu riuh
Membuat benakku gaduh
Batinku terasa gerah
Menghadapi berbagai tingkah..

Keegoisan dibalut aturan semu
Keserakahan yang menyengsarakan
Gemerlap kesenangan bertabur kepalsuan
Kegilaan akan pujian yang memuakkan..

Jangan libatkan aku dalam kesemuan itu
Jangan ikutkan aku dalam kegilaan itu
Jangan sertakan aku dalam kepalsuan itu..

Aku berhak memilih hidupku
Aku layak memiliki duniaku
Aku punya dimensiku sendiri
Aku tau dimana tempat bahagiaku..

Aku hanya butuh ruang..
Disini..
Ruang damaiku sendiri
Ruang nyamanku untuk menyendiri..

Selasa, 30 September 2025

"Puing Hati"

.   Ilustrasi : Pinterest / Kristy


Dalam rapuhnya diriku
Dalam hampanya jiwaku
Aku coba meraih
Menyusun kembali
Puing-puing hati yang telah berserakan..

Sungguh sesuatu yang sulit
Menyusun kembali seperti sediakala
Hati yang terlanjur hancur lebur
Tak bisa lagi kembali utuh..

Kini..
Aku hanya bisa menggenggam
Sepenggal puing hati yang masih tersisa
Kan ku jaga dengan hati-hati
Hanya untuk diriku sendiri
Tidak untuk yang lain..

Meski tinggal puing..
Retak.. berkeping.. rapuh..
Namun ku harap masih mampu
Menyalakan setitik asa untuk sekedar bertahan
Sampai tiba saatnya padam..

Jumat, 29 Agustus 2025

"Bertahan Dalam Kepalsuan"

    Ilustrasi : Eternal


Meredam ego
Mengenyahkan emosi
Demi mempertahankan status..

Ini bukan lagi tentang aku
Ataupun tentang dirimu
Kini, aku dan kamu adalah kita..
Mau tidak mau
Suka ataupun tak suka..

Meski kita sama-sama tau
Masing-masing memendam rasa berbeda..

Ini bukan pilihan kita, memang..
Tapi kita bisa apa..
Semua sudah terlanjur..

Jalani saja selagi sanggup..
Kita diharuskan mampu bertahan
Walau terbungkus dalam sebuah kepalsuan..

Entah sampai kapan..
Entah akan semakin menggunung dusta demi dusta..
Entah akan berujung menjadi ketulusan..

Selasa, 29 Juli 2025

"Ujung Senja Kelabu"

   Ilustrasi : Alicia Gabriela


Di ujung senja hari ini..
Dari balik jendela
Kutatap langit tanpa awan..
Sunyi..
Tanpa desir angin yang berbisik..

Meski tanpa mendung..
Derai hujan tiba-tiba jatuh mengguyur bumi..
Wangi tanahnya terhirup hingga ruang ini..

Suasana ini seharusnya menyejukkan..
Namun bagi jiwa rapuhku, 
ini terasa menyesakkan..
Begitu menyakitkan..

Irama tiap tetes hujan yang biasa ku dengar syahdu..
Kini terasa bagai musik yang menyayat hati..
Batinku bagai tercabik..
Merobek relung kalbuku..

Petir seketika menyambar ranting pohon terlemah..
Tapi lebih terasa mematahkan hatiku..

Alam bagai paham..
Menafsirkan luka yang kini tengah terasa..
Di ujung senja yang amat kelabu..

Jumat, 27 Juni 2025

"Sudahlah"

Tak perlu kudengar..
Kata-kata pahitmu..
Bahkan kalimat manismu yang tak penting itu..
Diam..
Sudah cukup tenang bagiku..

Tak perlu kulihat..
Unjuk tindakmu..
Bahkan senyum manismu yang terlihat palsu itu..
Pejam..
Sudah cukup tentram buatku..

Sudahlah..
Simpan saja ocehanmu..
Redam saja emosimu..
Cukup biarkan aku..
Atau aku yang pergi tinggalkanmu..

Aku tak butuh drama..
Yang kau kemas dalam kemunafikan yang terlihat manis..
Tak usah ada sandiwara..
Yang kau balut dalam kepura-puraan yang terkesan indah..

Percuma kau tunjukkan ramahmu yang semu itu..
Karena tak lama lagi
Aku akan menghapus
Jejak kenangan tentangmu..

Kamis, 29 Mei 2025

"Hanya Antara Kita"

Dalam diam kita saling sapa
Dalam tatap kita saling bicara
Walau tak banyak kata terucap
Namun banyak makna tersirat..

Kita langka bertemu
Tapi tak pernah saling mengeluh
Kita sama-sama tau
Hati tak pernah saling menjauh..

Tak perlu mereka tau
Rasa yang terpaut antara kita
Tak butuh mereka mengerti
Cerita yang terjalin antara kita..

Hanya kita yang paham
Bahasa kalbu yang kita rangkai bersama
Hanya kita yang rasa
Bahagia jiwa yang kita bingkai bersama..

Segala rasa ini
Tertata rapi dalam hati
Jalinan ikatan ini
Tersimpan erat dalam batin..

Hanya antara kita..

Rabu, 30 April 2025

"Penawar Rindu"

Pertemuan itu memang sesaat
Namun begitu sarat makna
Perjumpaan itu memang sekejap
Namun bagiku banyak arti

Walau hanya setitik
Kebahagiaan terpatri dalam hati
Walau hanya setetes
Kedamaian tertanam di relung jiwa

Nikmat batin yang kuterima
Rasa syukur yang tak terhingga
Hadirmu yang sesingkat kini
Jadi penawar rindu selama ini

Senyummu yang hanya sekilas itu
Sudah cukup buatku tentram
Sapamu yang hanya sesingkat itu
Sudah cukup buatku terkesan

Terima kasihku atas hadirmu
Telah sirami gersang rinduku..

Selasa, 18 Maret 2025

"Terlanjur Kecewa"

Perjuangan yang sia-sia..
Pengorbanan yang percuma..
Penyesalan yang kualami..

Waktuku terbuang tanpa guna..
Energiku terhempas tanpa manfaat..
Tulusku tercabik tanpa nilai..

Bukan... 
Bukan pamrih yang kuharap..
Bukan pula perhatianku yang tak kau anggap itu yang kusesal..
Melainkan penghianatan mu yang meluruhkan segala kepercayaanku..
Menumbangkan segenap asaku..

Maaf...
Pengertianku sudah tak bersisa..
Toleransiku sudah diambang batas..
Peduliku sudah hilang rasa..
Percayaku sudah menjadi puing..
Aku terlanjur kecewa..

Rabu, 22 Januari 2025

"Persahabatan Terindah"

Jalan panjang telah kita lalui
Berbagai liku, terjal, berbatu
Mampu kita lewati bersama..

Banyak cerita telah kita rangkai
Berbagai suka, duka, sedih, bahagia
Sanggup kita ciptakan bersama..

Banyak suasana telah kita bagi
Berbagai tawa, canda, tangis, haru
Senantiasa kita hiasi bersama..

Meski kini jarak memisahkan raga..
Waktu menjedakan sua..
Ruang mengaburkan tatap..
Namun jiwa tetap terpaut
Oleh indahnya ikatan sejati
Bernama persahabatan..