Sabtu, 21 Desember 2024

"Berhenti Berharap"

Sekian lama..
Ku titip asa..
Ku genggam harap..

Tersadar ku salah..
Begitu besar hati tuk meraih 
yang sesungguhnya tak pantas ku raih..

Asaku terlampau jauh..
Harapku terlalu melambung..

Aku terlalu rapuh tuk menggapai..
Aku terlalu lemah tuk mengejar..

Sudah saatnya tuk menyerah..
Berhenti berharap..
Sungguh melelahkan..
Mengejar angan hampa yang tak berarah..

Jumat, 29 November 2024

"Rapuh"

Ragu langkahku tuk menapaki gelapnya malam..
Sendu mataku enggan mencari cahaya..
Hatiku terlanjur patah..

Murung jiwaku tuk menyapa sunyinya alam..
Kelu bibirku tak mampu sekedar tersenyum..
Batinku terlalu luka..

Entah mengapa..
Malam seindah ini terasa hambar..
Angin sesejuk ini serasa menampar..

Tak biasanya..
Diriku begitu rapuh..
Larut dalam lara..
Begitu pedih.. Perih..
Tak terperi..


Jumat, 25 Oktober 2024

"Biarkan Aku"

Diamku bukan tak mendengar
Diamku bukan tak bisa bicara
Diamku karena kecewa yang terlalu..

Menggerutulah sesukamu
Memakilah sepuasmu
Membencilah semampumu..

Aku akan diam tak bergeming
Aku akan acuh tak peduli
Aku akan bungkam tak melawan..

Yang harus kau pahami..
Yang seharusnya kau lakukan adalah membiarkanku..

Biarkan aku menjauhkan diri
Biarkan aku membebaskan diri
Biarkan aku melepaskan diri 
Dari belenggu yang kau jeratkan di mahkota ketulusanku..

Sabtu, 21 September 2024

"Hening"

Ku merindukan hening..
Dari kalang kabut dan kebisingan..
Dari kesibukan tanpa jeda..

Dalam hening ada nyaman..
Dalam hening ada damai..
Yang tak bisa kuraih di keramaian..

Aku ingin segera berjalan..
Bahkan segera melarikan diri..
Meninggalkan hiruk-pikuk ini..

Merebahkan diri sejenak..
Menenangkan hati sesaat..
Membenamkan jiwa sekejap..
Dalam senyapnya keheningan..

Kamis, 08 Agustus 2024

"Lelah"

Telah kucoba melayakkan diriku di situasi ini..
Kuposisikan diriku di lingkaran permainanmu..

Ku coba pahami..
Ku coba ikuti..
Ku coba nikmati..

Tapi aku bukan kotak dadu yang harus terus-menerus meluncur..
Ikuti alur yang kau rancang dalam permainanmu..

Aku adalah diriku..
Diri yang butuh kau pahami..
Diri yang butuh kau hargai..
Diri yang butuh kau peduli..

Aku bosan selalu mengikuti keinginanmu..
Aku jenuh terus berusaha memantaskan diri..
Aku lelah senantiasa berpura-pura menikmati suasana..
Aku menyerah terus-menerus menjadi bukan diriku..

Aku ingin pergi..
Keluar dari arena permainanmu..
Aku ingin kembali menjadi diriku..
Menjalani takdirku sendiri..

Sabtu, 13 Juli 2024

"Tentang Kamu"

Kamu..
Yang kini entah dimana..
Tapi selalu bersemayam di hati..

Aku ingat kamu..
Aku kenang kamu..
Aku rindu kamu..

Kamu..
Yang dulu selalu menemaniku
di saat sepiku..
Yang dulu selalu menghiburku
di kala sedihku..
Yang dulu selalu menjagaku 
di waktu gamangku..

Kamu..
Selalu menjadi apa adanya dirimu..
Selalu menunjukkan siapa dirimu..

Kamu..
Selalu membiarkanku menjadi apa adanya diriku..
Selalu menerimaku sebagaimana adanya diriku..

Kini kau pergi..
Menghilang tak kembali..
Kini ku sepi.. sedih.. gamang..
Sendiri.. tanpa dirimu..

Sabtu, 29 Juni 2024

"Teruntuk Kesayanganku"

Nak..
Hari ini satu titik pencapaian dari hasil perjuanganmu telah terlampaui..
Namun jangan dulu tinggi hati..
Jangan terlampau berbangga diri..
Jangan dulu merasa puas..
Hingga membuatmu terlena..
Karena sesungguhnya ini barulah langkah awal perjalanan panjangmu menuju masa depan..
Ini hanyalah titik mula perjuanganmu tuk meraih pencapaianmu selanjutnya..

Nak..
Kau telah menyaksikan perjuangan serta pengorbananmu kemarin telah mampu membawamu kepada satu titik pencapaianmu di hari ini..
Esok kau bangun dan kan menatap..
Esok kau bangkit dan mulai melangkah..
Menapaki tahapan tangga perjuanganmu berikutnya..

Nak..
Jangan pernah kau merasa ragu, apalagi takut..
Jadilah kuat..
Tetaplah tegar..
Pertahankan nyala semangatmu dalam setiap langkahmu..
Karena disini, ada doaku yang tak pernah putus.. 
Selalu menyertaimu..
Senantiasa membersamai perjuanganmu..

Sabtu, 11 Mei 2024

"11 Mei 2013"

Pagi itu..
Tubuhku seketika gemetar saat mendapat kabar kepergianmu..

Aku bagai tak berpijak di bumi..
Aku merasa tak punya tulang penopang tubuhku..
Lemas.. Luluh.. Runtuh..

Tak bisa kuhentikan jatuhnya air mata ini.. 
Sedih.. Hampa..
Aku begitu kehilanganmu..

Kau adalah separuh sayapku..
Yang tiba-tiba patah, jatuh, hilang begitu saja..
Disaat aku baru saja kau ajari caranya terbang dengan indah..
Terbang tuk melampaui tingginya awan..
Menyusuri keindahan pelangi..

Dunia terasa gelap gulita saat itu..
Mentari seolah tak mau membersamaiku..
Angin sepertinya tak mau menemaniku..
Aku lemah dan kehilangan arah..

Kau terlalu berharga untuk meninggalkanku secepat itu..
Karena sejak hari kau pergi, hingga saat ini..
Aku masih saja kesulitan mencari separuh sayap yang hilang..
Karena tanpamu, aku tak sanggup menemukannya..
Tanpamu, aku tak mampu menggantikan sayap patahku..
Dan tanpamu, aku kini hanya bisa menatap putihnya awan dan indahnya warna-warni pelangi..
Tanpa sanggup meraihnya..

Kamis, 25 April 2024

"Disini Ku Sendiri"

Kembali sunyi..
Kembali sepi..
Kembali sendiri..
Kembali dengan segala rutinitasku..

Suasana hari ini..
Yang di hari-hari kemarin seringkali kudambakan..
Yang di hari-hari esok akan selalu kukenang..
Yang suatu saat kelak akan kurindukan kembali..

Saat ini.. 
Disini..
Ku termenung lagi sendiri..
Merenungi diri..
Mengikhlaskan hati..

Memang harus kusadari..
Ada kalanya kita berkumpul bersama..
Ada masanya kita harus berpisah..
Meski ku tahu hanya tuk sementara..

Walau ada tetes air mata tertumpah..
Namun ada titik rindu tersimpan..
Ada titik harap tergenggam..
Yang kuyakini suatu saat nanti kan terwujud..
Kita kan bersama kembali..

Jumat, 23 Februari 2024

"Wahai Diri"

Maaf ku sudah memaksamu tuk kuat..
Memaksamu tuk bertahan..
Memaksamu tuk terus berjuang..

Meski kau lelah..
Meski asa mau patah..
Meski titik cahaya belum juga nampak..

Kumohon..
Tetaplah menjadi kuat..
Tetaplah selalu tangguh..
Tetaplah senantiasa tegar..

Dan ayo kita teruskan tuk berjuang yaa..
Semoga saatnya segera tiba..
Titik itu kan tercapai..
Asa itu kan tergapai..